Mengapa Mudik Lebaran 2019 Lebih Lancar dan Angka Kecelakaan Menurun, Berikut Faktor Penyebabnya

oleh

Mengapa Mudik Lebaran 2019 Lebih Lancar dan Angka Kecelakaan Menurun, Berikut Faktor yang Mempengaruhi

Uri.co.id – Mudik pada Lebaran 2019 ini disebut terbilang lebih lancar, tidak macet, dan bahkan angka kecelakaan menurun. Hal itu tentu karena beberapa faktor yang menyebabkan kelancaran dan menurunnya angka kecelakaan pada perjalanan mudik 2019 ini. 

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi kelancaran mudik 2019, serta alasan yang membuat angka kecelakaan menurun pada mudik lebaran 2019. 

Mulai dari peran Tim urai, kesadaran masyarakat, panjangnya liburan dan juga upaya-upaya pihak terkait dalam menjaga ketertiban serta kelancaran perjalanan mudik Lebaran 2019.

Uri.co.id melansir dari Uri.co.id, perjalanan mudik Lebaran kali ini terbilang relatif lebih lancar dan tidak ada titik kemacetan panjang dibandingkan dengan mudik di tahun-tahun sebelumnya.

Selain lebih lancar, pada mudik 2019 ini angka kecelakaan lalu lintas menurun dengan angka yang begitu drastis.

Untuk menciptakan kondisi seperti ini, terdapat beberapa faktor yang berperan besar mengurai kemacetan dan menekan angka kecelakaan.

Berikut ini penjelasannya:

Tim Urai

Kepolisian di masing-masing daerah membentuk sebuah tim khusus untuk mencegah atau memecah kemacetan yang terjadi di sepanjang jalur mudik, khususnya di Jawa.

Tim ini bernama Tim Urai yang bertugas mendeteksi potensi kemacetan secara dini dan mengatasinya.

Mereka dibekali perangkat komunikasi mutakhir dan sepeda motor yang dapat membuat kerja lebih gesit dan efisien.

Hal ini bisa dilakukan karena kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah daerah juga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Beberapa Tim Urai misalnya tersebar di Karawang dan Cirebon, Jawa Barat.

Kedua wilayah ini sebelumnya kerap menjadi titik kemacetan kendaraan para pemudik yang menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Polres Karawang telah membentuk Tim Urai sejak jauh hari untuk pengamanan mudik 2019.

Mereka ditempatkan di sejumlah titik krusial kemacetan.

“Tim Urai inilah yang mendeteksi secara dini simpul-simpul yang berpotensi macet. Mereka kemudian bergerak ke titik-titik krusial tersebut untuk kemudian menguraikan arusnya,” kata Kepala Unit Turjawali Satuan Lantas Polres Karawang Aipda Ali Idrus.

Begitu juga dengan Polres Cirebon.

Tim urai dari Polres Cirebon disebar di titik-titik rawan macet di sepanjang Jalur Pantura Kabupaten Cirebon.

“Kami kerja jemput bola. Tidak harus menunggu lalu lintas padat. Pokoknya, setiap ada jalur yang tersendat, kami selalu siap mengurainya,” kata Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto.

Tim ini terbukti ampuh untuk mengurai potensi macet yang terjadi dan membuat perjalanan mudik masyarakat menjadi lancar dan tidak tersendat.

“Dengan Tim Urai dan pospam di titik-titik tertentu, Alhamdulillah, mudik kali ini terutama di Jalur Pantura berlangsung lancar jaya,” ujarnya.

Sistem “One Way”
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). (Uri.co.id/GARRY LOTULUNG)

Kunci mudik 2019 bebas macet lainnya adalah pemberlakuan sistem “One Way” di beberapa ruas jalan tol.

Selama musim mudik 2019, sistem ini diterapkan di Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 263 Jalan Tol Pejagan-Pemalang sejak 30 Mei-2 Juni 2019 setiap pukul 06.00-21.00 WIB.

Dengan sistem ini, seluruh badan jalan digunakan hanya untuk kendaraan yang mengarah ke timur, atau keluar meninggalkan Jakarta.

Sementara, kendaraan yang menuju ke arah barat atau Jakarta, dialihkan untuk melalui jalan arteri untuk menghindari pemberlakuan one way ini.

Penerapan sistem ini terbukti efektif mencegah terjadinya kemacetan yang biasanya terjadi di gerbang masuk dan keluar tol.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra beralasan, tidak ada penumpukan yang terlalu lama selama arus mudik.

“Iya sangat efektif. Beberapa hari kami sudah melakukan kegiatan one way, itu memberikan kelancaran sehingga tak terjadi penumpukan-penumpukan yang terlalu lama di jalan,” ujar Asep, Senin (3/6/2019).

Libur panjang

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, lancarnya arus mudik 2019 dikarenakan panjangnya hari libur sebelum Hari Raya tiba.

Rangkaian itu terdiri dari hari libur dan cuti bersama.

Hal ini menyebabkan tidak ada penumpukan kendaraan di satu waktu yang sama, bahkan Kapolri menyebut mudik kali ini tidak memiliki puncak.

Arus tersebar di beberapa hari dan waktu sehingga semuanya berjalan lancar.

“Jadi relatif tidak ada gelombang puncak satu hari, itu keuntungannya. Karena libur yang cukup panjang sebelum tanggal 5 dan 6 (Juni). Tahun ini kita diuntungkan dengan adanya cuti bersama dan hari libur, hari kenaikan Isa Al Masih, hari Sabtu dan Minggu,” ujar Tito di Posko Terpadu Cikopo, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019).

“Sehingga relatif waktu yang cukup panjang bagi masyarakat untuk pulang, tidak pada satu hari atau dua hari yang sama,” ucapnya.

Angka Kecelakaan turun 88 persen

Jumlah angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik 2019 diketahui turun drastis hingga 88 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Senin (3/6/2019).

“Seputar data kecelakaan dibandingkan data tahun 2018 di hari yang sama, menurun tajam. Selama 2019 ini yang tercatat kecelakaan sejumlah 220 kasus dengan korban meninggal dunia 90 orang. Ini terjadi penurunan tajam sampai 88 persen,” ucap Budi.

Pada tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan saat mudik Lebaran mencapai 1.911 kejadian dan menelan 690 korban jiwa.

Angka kecelakaan ini menurun meskipun jumlah pemudik sepeda motor diakui Budi justru mengalami peningkatan.

Misalnya pada H-7 Lebaran 2018 jumlah sepeda motor yang digunakan untuk mudik sebanyak 42.556 unit.

Pada hari yang sama pada tahun ini naik 127 persen menjadi 96.627.

Meskipun begitu, Budi tetap mengimbau kepada segenap masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan mudik yang jauh menggunkaan sepeda motor.

“Sepeda motor jadi moda transportasi paling berbahaya dan rawan kecelakaan, jadi diharapkan masyarakat tidak ada lagi yang memaksakan diri naik motor untuk mudik,” ujar Budi

Tanggapan Menhub

Mengetahui angka kecelakaan yang menurun hampir 90 persen, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi kepada para pemudik yang mengutamakan keselematan.

“Saya tentu mengapresiasi para pengguna (jalan) yang lebih hati-hati dan apa yang kami sampaikan (sosialisasi keselamatan dalam mudik) ke masyarakat itu diterima,” kata Budi Karya, di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu di Kemenhub, Senin (3/6/2019).

Selain menyampaikan apresiasi, Budi Karya juga mengimbau agar semua pihak tetap waspada karena proses perjalanan dalam rangka libur Lebaran masih panjang, termasuk musim wisata setelah Hari Raya.

“Namun demikian, kami harus tetap waspada karena masih ada lagi hari rekreasi setelah kegiatan Lebaran. Apalagi akan banyak bus-bus di area tempat wisata,” kata Budi Karya.

(*)

Uri.co.id Arus Mudik 2019 Dinilai Lebih Lancar, Ini Fakta dan Penjelasannya ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!