Batik Air Menjadi Maskapai Pertama yang Melayani dari YIA ke Soekarno-Hatta dan Palangkaraya

oleh

Uri.co.id – Kalimantan Tengah adalah salah satu kota tujuan favorit dan menarik untuk dijadikan sebagai tujuan traveling dalam negeri.

Jelajahi Taman Nasional Sebangau, hutan rawa gambut dengan menikmati suasana sejuk, juga bisa mengabadikan berbagai jenis spesies atau menyempatkan ke Taman Wisata Fantasi Beach, danau buatan yang diubah jadi pantai.

Eksplorasi kearifan setempat terutama melihat kehidupan Suku Dayak bisa dilakukan dengan menggunakan perahu wisata susur Sungai Kahayan yang terpanjang di Kalimantan.

Selain itu, di Palangkaraya tersedia makanan Juhu Umbut, terbuat rotan muda, hintalu karuang terdiri dari bulatan – bulatan kecil dari tepung ketan serta masih banyak sajian lainnya.

Beranjak dari Palangkaraya, kapan terahir ke Jogjakarta?

Tersohor karena pendidikan, budaya dan pusat seni, Yogyakarta yang mudah diucapkan ‘Jogja’ merupakan destinasi istimewa.

Berbagai objek wisata mudah dijumpai di Kabupaten Kulon Progo yang berada di sebelah barat Kota Yogyakarta.

Bagi milenial hobi memotret, menjelajahi Kalibiru ialah spot berlatar pemandangan menakjubkan Danau Sermo.

Di sinilah pelancong bisa menjajal flying fox di atas pohon untuk petualangan seru.

Mengusung “Kulon Progo the Jewel of Java”, kabupaten ini juga menyuguhkan hutan mangrove, Puncak Suroloyo, Waduk Mini Kleco, Embung Banjaroya Kalibawang dan lainnya.

Pecinta kuliner, akan disajikan  Geblek, jajanan tradisional khas terbuat dari tepung kanji, bawang putih dan garam; growol, makanan lezat dicampur parutan kelapa atau bersantai sembari minum teh sangrai beraroma sangit yang konon berhasil membuat orang ingin kembali.

Kulon Progo semakin popular, kini menyambut travelers guna pengalaman baru melalui gerbang masuk Yogyakarta International Airport (YIA).

“Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group efektif 29 Mei 2019 akan terbang langsung dari Soekarno-Hatta, Tangerang ke YIA dan YIA tujuan Palangkaraya,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie melalui siaran resmi yang diterima Uri.co.id

Penerbangan perdana akan menempatkan Batik Air sebagai maskapai pertama dan satu-satunya yang melayani jaringan reguler berjadwal pergi pulang (PP) di kedua rute dengan frekuensi terbang masing-masing satu kali per hari.

Kehadiran jaringan tersebut optimis bisa mempermudah koneksi, sehingga berkontribusi menggeliatkan potensi ekonomi daerah berbasis wisata, perdagangan dan bisnis.

Batik Air memulai nomor penerbangan ID-6372 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 08.00 WIB dan mempunyai jadwal kedatangan pada 09.10 WIB di YIA.

Sedangkan layanan kembali, Batik Air bernomor ID-6373 lepas landas dari YIA pukul 14.10 WIB, kemudian akan tiba di Soekarno-Hatta pada 15.20 WIB.

Di hari yang sama, Batik Air melayani dari YIA pukul 09.50 WIB nomor ID-6696 dan diperkirakan mendarat di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (PKY) pada 11.20 WIB.

Selanjutnya, Batik Air lepas landas dari Palangkaraya dengan nomor ID-6697 pada 12.00 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 13.30 WIB di YIA.

 Ketersediaan jadwal penerbangan terbaik menjadi fokus utama Batik Air dalam memberikan layanan terbaik dan mengakomodir dinamika travelers antardestinasi di kelas premium services airlines.

Penerbangan akan dioperasikan Airbus A320-200 berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi, Boeing 737-800NG menampung 12 kursi kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi atau Boeing 737-900ER terdiri 12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi.

Armada terbaru dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi, sehingga memberikan sensasi hiburan selama perjalanan di era kekinian (millennials traveling).

 Batik Air mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari regulator, pengelola bandar udara dan lalu lintas udara, seluruh karyawan dan kru yang terlibat, sehingga persiapan pembukaan dua rute baru sekaligus terlaksana baik.

 Rute baru yang terhubung dengan bandar udara baru YIA merupakan salah satu langkah strategis Batik Air dalam mengembangkan bisnis, memperkuat network, memperluas pasar serta dalam upaya menjawab tingginya permintaan perjalanan antara Jakarta dan sekitar, Palangkaraya serta Yogyakarta.

Jaringan di ketiga kota juga bagian upaya mendukung program pemerintah guna meningkatkan pengembangan pariwisata nasional, termasuk kunjungan wisatawan serta pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Batik Air mengharapkan senantiasa melengkapi pilihan perjalanan langsung ataupun lanjutan  (connecting) menggunakan waktu keberangkatan yang tepat.

Dengan demikian konektivitas Jakarta, Kalteng dan Jogja bisa ditempuh dalam jangka waktu relatif pendek, nyaman, aman dan terjangkau.

Travelers dari Palangkaraya dapat melanjutkan perjalanan ke kota-kota besar seperti Balikpapan, Banjarmasin, Kotabaru, Tarakan, Berau, Manado, Palu, Makassar, Ambon serta destinasi unggulan lainnya.

Sedangkan wisatawan dari Jogja semakin luas lagi untuk terbang ke destinasi unggulan Batik Air melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Batik Air optimis, peluang besar yang terdapat di Kalteng dengan dikolaborasikan secara baik bersama para pelaku industri, infrastruktur, maskapai serta pihak terkait lainnya dapat mendongkrak kunjungan wisatawan maupun bisnis ke Palangkaraya dan destinasi sekelilingnya.

Batik Air akan terus mengembangkan konsep full-service seiring memperkuat jaringan domestik dan internasional dengan tetap mengedepankan faktor keselamtan dan keamanan (safety first). 

Bersamaan rencana penerbangan di YIA (29/ 5), Batik Air akan terbang langsung menuju Penang dari Soekarno-Hatta, Tangerang. 

Hingga kini Batik Air melayani lebih dari 46 destinasi domestik dan internasional ke Singapura; Chennai, India; Perth, Australia serta Guilin dan Kunming di Tiongkok, frekuensi penerbangan mencapai lebih dari 350 perhari.

Batik Air mencatatkan rata-rata OTP 92.63% dengan kekuatan armada dioperasikan terdiri 43 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi) serta delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi). (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!