Tidak Perlu 10 Kali Lipat, Idealnya Kenaikan Bantuan Dana Partai 5 Kali Lipat | Jogja Uri.co.id

Jogja Uri.co.id

Menu

Tidak Perlu 10 Kali Lipat, Idealnya Kenaikan Bantuan Dana Partai 5 Kali Lipat

Tidak Perlu 10 Kali Lipat, Idealnya Kenaikan Bantuan Dana Partai 5 Kali Lipat
Foto Tidak Perlu 10 Kali Lipat, Idealnya Kenaikan Bantuan Dana Partai 5 Kali Lipat

URI.co.id, YOGYA – Menanggapi Surat Menteri Keuangan kepada Menteri Dalam Negeri Nomor 277/MK02/2017, bantuan dana yang akan diberikan kepada partai politik menjadi Rp 1.000 per suara, dari yang sebelumnya hanya Rp 108 per suara, John Serang Keban, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Partai Golkar DIY menjelaskan eksistensi partai politik dalam suatu negara penting. Partai politik adalah syarat mutlak adanya suatu negara.

“Perlu diketahui dari partai politiklah lahirnya berbagai lembaga negara sehingga keberadaannya memang tidak lepas dari perhatian negara,” jelas John kepada URI.co.id Jogja, Senin (28/8) malam.

Lanjutnya, ada dua model pembiayaan partai politik. Pertama seperti Indonesia, Jerman dan sebagainya, dibiayai oleh negara.

Dan kedua seperti Amerika pembiayaan partai politik dibiayai melalui holding company karena UU negaranya mengatur demikian.

“Di Indonesia, Golkar pernah melakukan study banding ke Malaysia, Korea Selatan, Jerman, dan Amerika. Golkar menginginkan kalau desain kehidupan partai politik di Indonesia ke depan harus diarahkan ke pengelolaan partai bersifat modern dan mandiri,” paparnya.

“Itu artinya perlu adanya UU yang memperbolehkan partai memiliki bidang usaha yang di garap oleh kader-kader partai secara profesional bebas dari kolusi dan nepotisme tapi situasi kehidupan politik kita belum memungkinkan untuk itu,” bebernya.

Lanjutnya, sehingga berlakulah pilihan model pembiayaan partai politik oleh negara. Menurut John, angka kenaikan itu dalam situasi ekonomi negara seperti itu terlalu tinggi.

“Mesti kenaikannya ya lima kali lipat itu bisa dipahami rakyat karena memang pembiayaan partai politik itu memang mahal,” terangnya.

John mencontohkan, hanya untuk biaya administrasi partai, air pam, listrik, telepon, kertas, tinta, dan rapat untuk sebuah partai seperti Golkar yang memiliki struktur lengkap sampai ke desa jika dihitung dari pusat sampai kabupaten/ kota untuk satu tahun menelan tidak kurang dari Rp 400 miliar.

“Itu di luar biaya kegiatan-kegiatan partai mas. Saya melihat momentumnya tidak tepat di tengah daya beli masyarakat terus melemah seperti saat ini,” pungkasnya. (uri/abilah/yabantika/NS)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Jogja Uri.co.id